Tuesday, March 1, 2011

Blighted Ovum: Salah Satu Penyebab Keguguran

Salah satu penyebab keguguran yang terjadi pada awal kehamilan adalah blighted ovum (BO) atau di sebut juga anembryonic pregnancy. Merujuk pada nama penyakit ini, maka sekilas kita dapat membayangkan sebuah kondisi kehamilan yang an-embyionic (an: tidak, embryo: embrio - bakal janin).

Jadi, pada kondisi ini, seorang wanita akan menunjukkan tanda-tanda kehamilan, tetapi selama perkembangannya, calon bayi tidak menunjukkan perkembangan yang sesuai dengan masa tumbuhnya. Hal ini terjadi karena sel telur (ovum) yang telah dibuahi berhasil melekat pada dinding rahim, akan tetapi tidak berisi embrio. Sehingga, di dalam rahim si ibu hanya terbentuk jaringan plasenta dan kulit ketuban saja. Nah, dengan alasan inilah maka keadaan ini disebut juga kehamilan kosong.

Blighted ovum/anembryonic pregnancy/kehamilan kosong sebenarnya sering terjadi pada kehamilan. Angka kejadiannya mencapai 60% dari semua keguguran yang terjadi dari setiap trimester kehamilan. Namun, karena kondisi blighted ovum terjadi sangat awal, maka banyak wanita tidak sadar bahwa mereka sedang hamil ketika kehamilan kosong atau blighted ovum ini sedang berlangsung. Akibatnya mereka tidak sadar akan blighted ovum yang sedang mereka alami dan menganggap keguguran yang terjadi merupakan peristiwa yang dipicu oleh faktor lain, misalnya kelelahan, stress, dan lain-lain.

Oleh karena itu, pada sebagian besar kasus, blighted ovum akan dikeluarkan secara alamiah melalui keguguran spontan, tetapi kadang-kadang, jaringan blighted ovum yang tertinggal dalam rahim masih memerlukan tindakan medis, seperti kuretase.**Lily Kasim**

0 comments:

 
Design by Wordpress Theme | coupon codes